Penyimpanan Cloud¶
Integrasi penyimpanan cloud memungkinkan penyimpanan lampiran chatter dan email pada platform Google Cloud atau Microsoft Azure alih-alih server database.
Modul ini dapat digunakan untuk mencegah file besar diunggah ke dan diunduh dari server database atau ketika database memerlukan lebih banyak ruang penyimpanan data.
Catatan
File yang dihasilkan oleh Odoo (misalnya, pesanan penjualan) dan file aplikasi Dokumen/Sign selalu disimpan pada server database.
Batas penyimpanan database tergantung pada solusi hosting-nya:
Odoo Online: 100 GB
Odoo.sh:
Shared hosting: 512 GB
Dedicated hosting: 4 TB
On-premise: dibatasi oleh infrastruktur yang tersedia.
Google Cloud¶
Pertama, daftar dan masuk ke Google Cloud.
Akun layanan¶
Buka sidebar navigasi pada konsol Google Cloud, kemudian buka .
Tentukan Service account name, klik Create and continue, kemudian Done.
Catat Email akun layanan karena akan digunakan selama konfigurasi bucket penyimpanan cloud.
Klik tombol (Actions), kemudian pilih Manage keys.
Buka , pilih JSON sebagai Key type, dan klik Create. Simpan file JSON yang diunduh berisi kunci dengan aman. File ini akan digunakan saat mengonfigurasi Odoo.
Bucket penyimpanan cloud¶
Buka sidebar navigasi di konsol Google Cloud, lalu buka .
Masukkan nama bucket mengikuti panduan penamaan bucket dan catat karena akan digunakan saat mengonfigurasi Odoo.
Konfigurasikan bucket sesuai kebutuhan dan klik Create setelah selesai.
Klik tombol (More actions), lalu pilih Edit access.
Klik Add principal dan tempelkan email akun layanan di kolom New principals.
Pilih Storage Admin sebagai Role di bawah bagian Cloud Storage dan klik Save.
Konfigurasi Odoo¶
Instal modul Cloud Storage Google.
Buka aplikasi Settings dan pilih Cloud Storage di sidebar navigasi.
Pilih Google Cloud Storage sebagai Cloud Storage Provider for new attachments.
Masukkan Google Bucket Name seperti yang telah ditetapkan sebelumnya.
Klik Upload your file di sebelah Google Service Account Key dan pilih file JSON yang telah diunduh.
Tetapkan Minimum File Size (bytes) untuk lampiran yang akan disimpan di Google Cloud.
Microsoft Azure¶
Pertama, daftar dan sign ke Microsoft Azure.
Pendaftaran aplikasi¶
Di portal Microsoft Azure, cari layanan App registrations dan buka.
Klik New registration, masukkan Name aplikasi, pilih Accounts in any organizational directory (Any Microsoft Entra ID tenant - Multitenant) di bawah Supported account types, dan klik Register.
Catat Application (client) ID dan Directory (tenant) ID karena akan digunakan saat mengonfigurasi Odoo.
Klik Add a certificate or secret di samping Client credentials, klik New client secret, lalu Add.
Penting
Untuk alasan keamanan, biarkan bidang Expires pada
180 days (6 months)atau pilih interval kedaluwarsa yang lebih pendek. Sebelum rahasia kedaluwarsa, diperlukan penambahan rahasia klien baru dan memperbarui konfigurasi Odoo dengan nilai baru.Salin Value rahasia klien dan simpan dengan aman. Ini akan digunakan saat mengonfigurasi Odoo.
Akun penyimpanan¶
Cari layanan Storage accounts, buka, dan klik Create.
Klik Create new di bawah bidang Resource group, masukkan Name, dan klik OK.
Masukkan Storage account name yang unik dan catat karena akan digunakan saat mengonfigurasi Odoo.
Konfigurasikan akun penyimpanan sesuai keinginan, dan setelah selesai, klik Review + create, lalu Create.
Kontainer¶
Buka sumber daya akun penyimpanan Anda, misalnya dengan mencari namanya, dan pilih Containers di bawah Data storage di bilah navigasi samping.
Masukkan Name, catat karena akan digunakan saat mengonfigurasi Odoo, dan klik Create.
Berbagi sumber daya¶
Pilih Resource sharing (CORS) di bawah Settings pada bilah navigasi samping akun penyimpanan.
Buat aturan layanan blob CORS pertama:
Allowed origins:
*Allowed methods:
GETAllowed headers:
Content-TypeExposed headers:
Content-TypeMax age:
0
Buat aturan layanan blob CORS kedua dan klik Save:
Allowed origins:
*Allowed methods:
PUTAllowed headers:
content-type,x-ms-blob-typeExposed headers:
content-type,x-ms-blob-typeMax age:
0
Penugasan peran¶
Pilih Access control (IAM) pada bilah navigasi akun penyimpanan, lalu klik Add dan pilih Add role assignment.
Cari Storage Blobs Data Contributor dan klik Next.
Catatan
Untuk menghapus izin
deleteyang tidak diperlukan, buat peran khusus dan cari nama peran khusus tersebut.Klik Select members, masukkan nama aplikasi yang telah didaftarkan sebelumnya, pilih aplikasi tersebut, dan klik Select.
Klik Review + assign dua kali.
Peran khusus¶
Catatan
Langkah ini opsional. Namun, menghapus izin delete akan mencegah siapa pun yang berhasil mengakses kredensial penyimpanan cloud dari menghapus file.
Buka resource langganan Anda, misalnya dengan mencari namanya, pilih Access control (IAM) di sidebar navigasi, klik Add dan pilih Add custom role.
Pilih tab JSON dan klik Edit. Salin kode di bawah ini, tambahkan
subscription-idAnda di bawahassignableScopesdan ubahroleName(Custom role) jika diinginkan, tempel, dan klik Save.
{
"properties": {
"roleName": "Custom role",
"description": "",
"assignableScopes": [
"/subscriptions/subscription-id"
],
"permissions": [
{
"actions": ["Microsoft.Storage/storageAccounts/blobServices/generateUserDelegationKey/action"],
"notActions": [],
"dataActions": ["Microsoft.Storage/storageAccounts/blobServices/containers/blobs/read", "Microsoft.Storage/storageAccounts/blobServices/containers/blobs/add/action"],
"notDataActions": []
}
]
}
}
Konfigurasi Odoo¶
Pasang modul Cloud Storage Azure.
Buka aplikasi Settings dan pilih Cloud Storage di sidebar navigasi.
Pilih Azure Cloud Azure sebagai Cloud Storage Provider for new attachments.
Masukkan:
nama akun penyimpanan di kolom Azure Account Name;
nama container di kolom Azure Container Name;
ID direktori (tenant) di kolom Azure Tenant ID;
ID aplikasi (client) di kolom Azure Client ID; dan
nilai client secret di kolom Azure Client Secret.
Tetapkan Minimum File Size (bytes) untuk lampiran yang akan disimpan di Microsoft Azure.